Intermezo ★ Review Film: “Murder on The Orient Express!”

3 minute read

Coba bayangkan, apa jadinya jika kereta yang Kamu tumpangi selama berhari-hari ditimpa musibah pembunuhan mendadak? Tarik napas, karena dalam film ini akan diajak menyusun puzzle dan mencoba ikut menebak-nebak dan mencari seorang pembunuh dalam kereta cepat bernama Orient Express, yang merupakan kereta mewah lintas benua Eropa bagi kalangan atas. Sedikit peringatan saja: jika Kamu merasa tertantang dengan film memecahkan misteri, atau suka dengan film cerita-cerita detektif, maka film yang bakal membuat Kamu merasa lebih jenius dari sejak 30 menit pertama!

Agatha Cristie

Bagi Kamu yang belum tahu, film ini diangkat dari novel anyar karya Agatha Christie dengan judul sama, Murder on The Orient Express. Sudah beberapa kali diadaptasi ke layar perak, namun kini Kamu bisa menikmati visualisasi sang sutradara (yang sekaligus memerankan pemeran utama, Hercule Poirot), Kenneth Branagh, dalam film berdurasi 1 jam 54 menit ini di layar lebar. Dari mulai pemandangan indah kota Istanbul yang menjadi latar pembuka film sampai visual musim dingin yang tergambar sempurna seolah Kamu sedang jadi penumpang kereta dari Istanbul menuju London.

Di sanalah perjalanan bermula. Hercule Poirot (Kenneth Branagh) yang baru saja menyelesaikan sebuah misi di Siria, dan baru saja ingin berlibur, tiba-tiba diminta segera kembali ke Inggris karena situasi darurat. Dengan bantuan teman lamanya, Tuan Buoc (Tom Bateman) yang seorang direktur pengelola Orient Express, Poirot bisa mendapatkan satu spot di dalam kereta tercepat dengan rute Istanbul menuju London yang sudah sebenarnya sudah penuh penumpang. Dalam perjalanan, Poirot didekati oleh Ratchett yang diperankan oleh aktor watak Johnny Depp yang meminta perlindungan karena ia baru saja mendapat ancaman pembunuhan dengan imbalan uang puluhan ribu dollar. Namun, demi mempertahankan kredibilitas detektif sukses dunia, Poirot membuang tawaran puluhan ribu dollar itu karena tak menyukai pribadi Ratchett. 

Johny Depp as Ratchett

Tak lama berselang setelah diskusi alot ini, sebuah pembunuhan terjadi di dalam kereta yang kala itu sedang melintasi badai salju. Berhubung hujan salju terjadi sangat hebat, kereta mewah ini pun terhimpit di tengah tumpukan salju. Berada di luar jangkauan polisi, akhirnya Tuon Buoc meminta bantuan Poirot yang juga the best detective in the world untuk membantu menemukan pelakunya.

Penumpang Orient Expeess

Selain Ratchett, dari awal sebenarnya Kamu akan dikenalkan dengan karakter penumpang lainnya yang dimainkan oleh Penelope Cruz, Williem Dafoe, Judi Dench, Josh Gad, Leslie Odom, Jr., Michelle Pfeiffer, dan Daisy Ridley. Ya, banyak sekali tokoh yanguncul dalam film ini. Maka itu waktunya untuk mengaktifkan daya ingat, atau anggap saja ini sebagai sebuah peringatan halus: dilarang ngantuk!. Karena sekalinya kehilangan konsentrasi, Kamu bakal gagal memecahkan misteri.

Semua tokoh mampu mendalami karakter secara penuh sehungga mampu memancing berbagai emosi. Pahami bagaimana rasa tertekannya Penelope Cruz, terintimidasi oleh Judi Dench, bergairahnya Michelle Pfeiffer, semua jadi satu! Tak heran sih, karena beberapa pemeran tokoh dalam film ini punya nama meskipun bukan pemenang, setidaknya pemeran tokoh film ini adalah nomine dalam piala Oscar.

Michelle Pfeiffer

Anyway, kembali lagi, misteri pembunuhan di Orient Express hanya bisa diselesaikan dengan pengamatan jeli dan otak yang tajam milik Poirot. Setiap percakapan dengan tokoh-tokoh (penumpang) bisa diubahnya menjadi clue penting. Pasang mata, pasang telinga! Kalau Kamu familiar dengan permainan Cluedo, kira-kira seperti itulah menggambarkan jalan cerita film ini. Penonton diajak memecahkan misteri dari beberapa bukti yang sudah dikumpul. _Cosmo_salut pada sang sutradara yang mampu memvisualisasikan sebuah asumsi yang dideskripsikan dalam buku menjadi lebih mudah dipahami audiens.

Hercule Poirot

Sebagai novelis cerita kriminal Agatha Christie sukses membuat alur cerita yang menyita perhatian dan menguras emosi. Dan sebagai media yang berkesempatan menonton film ini lebih dulu sebelum diluncurkan kemarin, 29 November, menurut Cosmo kerja keras sutradara untuk membawa emosi penonton jadi naik turun cukup sukses. Walaupun pada bagian tengah film Kamu akan butuh amunisi seperti camilan, atau minuman, untuk membuat otak tetap segar dan bisa berpikir keras! Sekali lagi, jangan ngantuk.

Nah, sanggupkah Kamu menebak siapa pelaku pembunuhannya? Apakah ia salah satu penumpang kereta atau ada yang melarikan diri? Mungkin Kamu bisa mengembangkan petunjuk yang ada di trailer filmnya, “Everyone is a suspect!” Selamat berpikir keras!

Tulisan dari Cosmopolitan ini diterjemahkan dengan sedikit penyesuaian tanpa merubah substansi dimaksud penulis.

Comments