Resources ★ Gudak Cam (iOS) dan Kudak Pro (Android)

1 minute read

Di era digital, menjepret foto adalah perkara mudah. Cukup arahkan kamera atau smartphone ke subyek yang ingin diabadikan, tekan tombol shutter, dan foto pun akan tersaji secara instan.

Sebuah aplikasi bernama Gudak Cam coba melawan arus foto instan digital ini dengan meniru cara kerja kamera disposable (sekali pakai) lawas. Namun, foto yang diambil tak bisa langsung dilihat. Pengguna mesti menunggu “proses pencucian” selama tiga hari sebelum bisa melongok hasil jepretan.

Hasil Kamera Mi 6 Makin Mantap Dengan Teknologi HDR+ dari Google

Pengambilan foto pun tak bisa dilakukan serampangan. Gudak Cam mengharuskan penggunanya untuk “mengisi rol film” virtual berisi 24 frame. Begitu frame habis, ada jeda beberapa jam sebelum “roll film” baru bisa “dimasukkan” ke aplikasi.

Walau terdengar sangat merepotkan, anehnya, aplikasi iOS yang dibanderol kurang dari 1 dollar AS ini justru sangat populer di Korea Selatan dan di Jepang, khususnya di kalangan cewek-cewek remaja dua negara tersebut.

Alasannya mungkin berkaitan dengan sifat Gudak Cam yang membangun antisipasi selagi pengguna menunggu proses berhari-hari sebelum bisa melihat foto jepretan.

Resources: Download Google Camera

Gudak Cam juga muncul di tengah tren kamera film yang belakangan mengamuka.

Seperti kamera film, pengguna Gudak Cam harus berpikir baik-baik sebelum mengambil foto, alih-alih menjepret sebanyak-banyaknya sebelum menyimpan hasil terbaik seperti pada kamera digital.

Kalau di telisik dari nama kedua aplikasi ini mirip-mirip dengan sebutan “Kodak” untuk merujuk kamera portable jaman dulu.

Tampilan aplikasi Gudak Cam mengingatkan pada bentuk kamera disposable Kodak jadul. Pengguna mesti membidik lewat viewfinder mungil dalam aplikasi sehingga menambah kesan retro lebih jauh. Ada pula berbagai efek visual yang bisa ditambah seperti random light leak dan color cast yang umum ditemukan di kamera disposable lawas.

Pembuat Gudak Cam adalah startup asal Korea Selatan, Screw Bar.

Sebagaimana dirangkum dari sebuah laporan Nikkei Asian Review, Senin (11/12/2017), angka unduhan aplikasi ini  mencapai 1,3 juta hanya dalam waktu dua setengah bulan semenjak dirilis pertama kali Juli lalu.

Di toko Google Play Store ada aplikasi Android serupa bernama Kudak Pro yang juga menyajikan 24 frame dalam satu rol film virtual. Hanya saja, waktu “pencuciannya” lebih singkat, yakni satu hari.

Tampilan Kudak Pro

Bagaimana menurutmu MiFans, tertarik mencoba kamera unik ini? Tentu saja untuk yang versi Android.

Comments