Ada yang menarik dari peluncuran Xiaomi Mix 3 pekan lalu di China. Saat mempresentasikan kemampuan kamera smartphone itu, CEO Xiaomi Lei Jun mengklaim bahwa spesifikasinya melewati kamera milik smartphone P20 Pro bikinan Huawei.

Saat memperkenalkan mode pengambilan gambar “Night Mode” pada Mi Mix 3, Jun pun membandingkan hasil fotonya dengan Huawei P20 Pro dan menyebutkan bahwa jepretan Mi Mix 3 lebih baik.

Klaim Jun agaknya membuat panas telinga CEO Huawei Consumer Business Group, Richard Yu. Seolah tak terima, dia mengatakan bahwa kamera smartphone P20 Pro buatan Huawei belum bisa dikalahkan pabrikan pesaing.

“Pembuat smartphone lain manapun tidak akan bisa melampaui P20 Pro milik Huawei dalam waktu dekat. Hanya kami yang bisa melewati diri sendiri,” ujarnya dalam sebuah posting di media sosial.

Dirilis awal tahun ini, Huawei P20 Pro merupakan ponsel pertama yang mengusung konfigurasi tiga kamera di punggung perangkat.

Ketiganya terdiri dari kamera utama 40 megapiksel dengan lensa wide 27mm (ekuivalen full frame) f/1.8, kamera 8 megapiksel dengan lensa telephoto 80mm f/2.4, dan kamera 20 megapiksel monokrom dengan lensa wide 27mm f/1.6.

P20 Pro merupakan pemegang gelar “smartphone dengan kamera terbaik” dengan skor total sebesar 109 poin dari DXO Mark, situs referensi pengujian kualitas gambar perangkat digital yang berbasis di Perancis.

Sementara itu, Mi Mix 3 dibekali dua kamera belakang yang terdiri dari kamera 12 megapiksel dengan lensa wide angle f/1.8 dan kamera 12 megapiksel dengan lensa telephoto f/2.4.

Situs DXO Mark mencatat Mi Mix 3 menghasilkan skor keseluruhan yang hanya berbeda tipis, tapi belum bisa mengalahkan P20 Pro, yakni sebesar 108 poin.

Huawei P20 Pro dan Xiaomi Mi Mix 3 sebenarnya juga memiliki perbedaan harga. P20 Pro datang dengan banderol awal 5.288 yuan (Rp 11,5 juta) di China, sementara Xiaomi mulai menjual Mi Mix 3 seharga 3.299 yuan (Rp 7,2 juta).

Perbedaan harga ini sempat pula menjadi bahan sindiran CEO Xiaomi Lei Jun saat peluncuran  Mi Mix 3 di China. “Yang paling mahal belum tentu paling bagus,” katanya, seperti dirangkum dari South China Morning Post, Selasa (30/10/2018).

Comments