Intermezo ★ 4 Alasan ‘Justice League’ Gagal Box Office

2 minute read

Warner Bros merilis adaptasi komik terbaru dari DC Comics,  Justice League, pekan lalu. Film ini sudah direncanakan selama satu dekade, dirilis dalam jagat DC pasca Man of Steel dan Wonder Woman. Film ini diproyeksikan mendapatkan US$ 110 juta pada pekan perdana di Amerika Utara.

Sayangnya, film ini, gagal meraih tempat di box office. Akhir pekan lalu saja, pendapatannya hanya US$ 96 juta, Ini pendapatan paling rendah dari film-film Jagat DC Extended sejauh ini. 

Mengapa film yang menampilkan karakter komik ikonik seperti Superman, Batman, Wonder Woman, Flash, Aquaman, dan Cyborg malah gagal di pasar? Inilah empat alasannya. 

1. Filmnya Memang Kurang Bagus.

Warnerbross

Kadang-kadang metode memasarkan film dan tanggal rilis bisa disalahkan untuk box office yang malang. Tetapi dari sisi film, Justice League memang tidak sebaik film-film terdahulunya.

Dibawah ekspektasi para penonton. Para pembuatnya sendiri sudah berupaya membuatnya lebih ringan ketimbang Batman v Superman agar film ini mampu merengkuh semua kalangan.

Dengan skor 39% di Rotten Tomatoes, film ini tidak terlihat bagus bagi para kritikus. Penonton film yang tidak menyukai Batman v Superman malah punya alasan lebih banyak untuk menjauh dari film ini.

2. Menyembunyikan Skor Rotten Tomatoes Menjadi Bumerang Bagi Warner Bros.

Warner Bros

Percobaan Rotten Tomatoes untuk mengungkap skor dari judul film lewat acara Facebook Watch “See It / Skip It” tidak meraih banyak penggemar di Hollywood.

Acara itu memang mengungkap skor film lain dalam pekan-pekan sebelum pemutaran perdana Justice League, tetapi acara itu tidak mengungkap skor film Justice League sampai beberapa jam sebelum pemutaran perdana.

Fakta bahwa Warner Bros adalah studio yang mendanai Justice League sekaligus pemilik saham Rotten Tomatoes menjadi bumerang. Warner Bros dianggap hendak mengubur dan menyembunyikan skor film ini.

3. “Thor: Ragnarok” Lebih Dulu Mencuri Perhatian

Marvel

Warner Bros mungkin mengira bahwa merilis Justice League seminggu sebelum Thanksgiving cukup jauh dan tidak tidak terpengaruh oleh Thor: Ragnarok. Tapi ternyata film Marvel itu masih memiliki kaki.

Setelah tayang tiga minggu, film Thor: Ragnarok masih diputar di lebih dari 4.000 layar. dengan penghasilan mencapai US $21.7 juta saat akhir pekan. Boleh jadi Justice League hanya mendapat remah-remah kue dari penonton.

Ini adalah pukulan besar bagi Warner Bros. Namun yang lebih mengejutkan semua orang di Hollywood adalah film yang meraih posisi kedua pekan lalu.

4. Tidak Ada Yang Menyadari Drama “Wonder” Yang Memukau

Lionsgate

Drama keluarga Julia Roberts “Wonder” diproyeksikan menghasilkan sekitar US$ 9 juta akhir pekan ini. Ini adalah target film yang standar untuk film yang tidak menarik bagi remaja. Tetapi Lionsgate bekerja lembur untuk membangun film ini.

Distributor film ini mendorong guru kelas tiga hingga enam SD untuk melakukan kunjungan lapangan dengan menonton film -yang menghardik bullying, karena karakter utamanya adalah anak-anak dengan difabel pada wajah.

Upaya ini, cerita ini, nilai A + CinemaScore dan nilai 84% Rotten Tomatoes, menghasilkan pencapaian besar di tempat kedua dengan pendapatan US $27 million

sumber: Bussiness Insider

Comments